Disamping itu kita sebagai mahasiswa di bidang kesehatan juga dapat
berkontribusi sebagai sumber informasi masyarakat dengan cara
mensosialisasikan pentingnya kesehatan kepada masyarakat. Lebih tinggi
lagi dapat bekerjasama dengan pemimpin di tempat itu untuk gotong –
royong membersihkan pemukiman, mengatasi problematika kesehatan daerah
tersebut dan menjaganya, menjadi pendonor darah, membantu anggota PMR
maupun PMI, bekerja sama dengan tim SAR untuk membantu korban bencana
alam, mengadakan kegiatan bakti sosial kepada masyarakat yang
membutuhkan.
Dalam
hal ini, selain mahasiswa mendapatkan ilmu, mempraktekan ilmu juga
mahasiswa berfungsi nyata sebagai fasilitator, organisator dan korektor
pelaksanaan program kesehatan di tempat masing – masing. Tentunya secara
perlahan tapi pasti. Hal itu adalah contoh. Lebih banyak lagi dapat
kita bayangkan jika, setiap waktu, setiap mahasiswa dapat membantu
masyarakat, minimal tetangganya sesuai dengan ilmunya masing – masing.
Maka fungsi dan peranan mahasiswa akan sangat terasa dan juga berdampak
baik pada kehidupan masyarakat.
Seperti bagi mahasiswa arsitektur dapat membantu mendesain masjid atau
gapura. Mahasiswa teknik mesin membantu dalam masalah kendaraan
tetangganya, mahasiswa farmasi membantu dalam pengobatan dan memberikan
informasi mengenai tanaman yang dapat produktif, mahasiswa kedokteran
membantu diagnosa penyakit yang ringan – ringan, mahasiswa IT memberikan
pelatihan mengenai internet bagi yang belum bisa, serta membentuk
jejaring komunikasi di wilayah tersebut, Mahasiwa biologi dapat meneliti
kebersihan air di daerahnya, kebersihan dari parasit dan sebagainya.
Puncak dari kegiatan mahasiswa itu adalah salah satu pengabdian
mahasiswa kepada masyarakat. Masih banyak yang dapat mahasiswa lakukan
dan berikan untuk membantu kesejahteraan masyarakat dan membantu negara.
Jangan hanya bisa berdemo namun tunjukan kemampuan. Jangan hanya bisa
berwacana namun tunjukan aksi. Yang terpenting adalah kontribusi
mahasiswa nantinya dalam membangun bangsa indonesia yang bersih dari
korupsi, kolusi dan nepotisme dari aspek dan keahlian masing – masing.
Kualitas kesehatan di Indonesia yang tak kunjung menunjukkan
peningkatan, membuat semakin susahnya Indonesia dalam memiliki sumber
daya manusia berkualitas. Untuk itu kita sebagai mahasiswa kesehatan
Indonesia harus dapat belajar lebih baik lagi agar dapat memajukan ilmu
kesehatan di Indonesia.
Komentar
Posting Komentar